← Kembali
Ødegaard Datang di Menit 72, Emirates Akhirnya Pecah

Ødegaard Datang di Menit 72, Emirates Akhirnya Pecah

London, Arena27 - Butuh 72 menit, satu VAR yang membingungkan, dan belasan peluang gagal sebelum Emirates akhirnya bersorak. Martin Ødegaard, kapten yang paling sering jadi penentu saat timnya macet, menutup kesabaran panjang itu dengan gol jarak dekat. Arsenal menang 1-0, tetap di puncak, dan enam poin di atas Manchester City.

Jalan menuju gol itu justru datang dari kekacauan, bukan keindahan. Bola hasil sapuan buruk bek Hull jatuh ke Noni Madueke. Tendangan kerasnya ditepis Konstantinos Tzolakis, tapi bola memantul ke depan. Ødegaard paling cepat bereaksi, menyodok masuk. Selesai.

Hull Sengaja Membuat Laga Ini Jelek

Hull datang bukan untuk menonton. Lima belas menit pertama mereka menekan tinggi, menabrak, dan membuat lini tengah Arsenal hidup dalam tekanan. Pola itu berumur pendek setelahnya mereka turun, merapatkan garis, dan menyerahkan bola.

Itu pilihan yang wajar dan hampir berhasil. Hull bermain disiplin, menutup celah antarlini, dan menunggu satu momen. Momen itu nyaris datang di babak pertama: Riccardo Calafiori terburu-buru melepas umpan yang seharusnya mudah, bola direbut, dan David Raya harus bekerja keras menepis peluang terbaik Hull di laga ini. Di luar kekeliruan sendiri itu, Arsenal nyaris tak memberi napas.

Setelah itu, 30 menit pertama berjalan datar. Emirates bergemuruh hanya untuk mengeluh.

VAR yang Bikin Semua Bingung

Momen paling ramai di babak pertama bukan peluang, tapi keputusan. Kai Havertz jatuh ditarik oleh Nobel Mendy di kotak penalti. Wasit Farai Hallam awalnya mengabaikan. Dia lalu dipanggil ke monitor pinggir lapangan, dan sepakat ada pelanggaran.

Tapi hasilnya bukan penalti melainkan tendangan bebas untuk Hull, karena Havertz dinilai sudah dalam posisi offside lebih dulu.

Arteta tidak paham. Analis wasit juga tidak sepenuhnya sepakat. Inti perdebatannya: kapan tarikan itu berubah jadi pelanggaran, dan apakah saat itu Havertz sudah mencoba memainkan bola. Hull boleh bersyukur momen itu tidak menghukum mereka.

Madueke Jadi Sumber Segala Hal

Kalau ada satu pemain yang membuat laga ini tidak berakhir 0-0, itu Madueke. Dengan Bukayo Saka masih absen, winger itu mengambil alih peran sebagai ancaman utama: menusuk, memancing pelanggaran, dan melepas tembakan yang berujung gol.

Tapi Madueke juga yang nyaris membuat Arsenal menyesal. Mikel Merino mengirim terobosan tumit yang manis, Madueke masuk, memilih memutar kiper daripada menembak lebih awal dan Tzolakis menyelamatkan dengan kaki. Merino terlihat membentaknya. Usai laga, dilaporkan Merino minta maaf.

Di injury time Madueke juga mengklaim penalti setelah jatuh dari belakang. Kontaknya ada, canggung, tapi wasit menolak.

Kata Arteta Sebelum Laga

Sehari sebelumnya, Arteta bicara soal luka lama. Kekalahan dari Brighton sebelum jeda internasional Oktober, katanya, seperti "sakit perut" yang mengendap tiga minggu. Dia menuntut timnya menyerang sejak menit pertama dan menambah momentum sebelum jeda November.

Soal Hull, Arteta sudah mewanti-wanti. Dia menyebut Hull mengesankan di pekan-pekan awal dan mengaku menyusun rencana khusus untuk membendung mereka. Peringatan itu terbukti tepat: Hull memang merepotkan, hanya saja tidak cukup untuk mencuri poin.

Kata Arteta Sesudah Laga

Usai laga, nada Arteta berubah jadi pembelaan terhadap anak asuhnya.

"Saya sangat senang dengan performa dan kemenangannya," kata Arteta ke Match of the Day.

"Sudah waktunya memuji pemain saya, karena apa yang mereka lakukan, bukan cuma hari ini, tapi setelah jeda internasional pertama, itu luar biasa: jumlah pertandingan yang kami mainkan, kualitas permainannya, hasil yang kami dapat. Kredit untuk semua."

Dia mengakui Arsenal seharusnya menang lebih nyaman. "Hari ini seharusnya jadi hari yang sangat berbeda karena kami melewatkan begitu banyak peluang... tapi kami harus menunggu dan bersabar sampai bagian akhir laga untuk membuat perbedaan."

Soal VAR, Arteta masih menunggu kejelasan:

"Ketika mereka memanggil wasit ke monitor, saya pikir itu penalti. Di bangku, mereka bilang penalti. Lalu saya dengar keputusannya karena offside. Jadi kami belum punya kejelasan. Untungnya kali ini tidak merugikan kami."

Dan soal kelemahan yang paling kentara musim ini: "Kami perlu memasukkan selisih yang kami ciptakan ke papan skor. Itu yang harus kami perbaiki."

Apa Artinya

Ini kemenangan liga kelima beruntun, dan pekan yang juga memuat kemenangan 1-0 di Liverpool serta kemenangan tandang di Liga Champions atas Slavia Prague. Arsenal sudah mengumpulkan 27 dari 30 poin, menyamai start 10 laga terbaik dalam sejarah klub, dan menang 10 kali beruntun di kandang dengan delapan clean sheet.

Semua itu diraih nyaris tanpa Saka, dan William Saliba baru akan kembali setelah jeda. Setelah jeda, Arsenal bertandang ke Newcastle — laga yang jauh lebih berat daripada ini.

Tapi satu catatan tetap menggantung: tim ini dominan tanpa membunuh laga. Selama selisih gol cuma satu, satu kelalaian bisa menghapus 72 menit kerja.

"arena27"

Cybernet Project - Jasa Pembuatan Website & Web App